SMAN 1 TANJUNG JABUNG BARAT

Layar Informasi Kepuasan Masyarakat (IKM Realtime 2026)

Standard Pelayanan Publik PermenPANRB No. 14 / 2017

Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat

Nilai IKM Terkonversi MUTU PELAYANAN A
89.36 / 100
Kinerja Unit Pelayanan: Sangat Baik
Total Responden
162 Orang
Rata-Rata Nilai
3.57 / 4.0
Unsur Performa Terbaik
[U5] Produk spesifikasi jenis pelayanan

Capaian Nilai 9 Unsur Pelayanan Publik

Evaluasi mendalam per aspek pelayanan berdasarkan standar PermenPANRB

U1 IKM 90.75%

Persyaratan

Rata-Rata: 3.63 / 4.0
U2 IKM 89%

Sistem, mekanisme, dan prosedur

Rata-Rata: 3.56 / 4.0
U3 IKM 90%

Waktu penyelesaian

Rata-Rata: 3.6 / 4.0
U4 IKM 89.75%

Biaya/tarif

Rata-Rata: 3.59 / 4.0
U5 IKM 91.75%

Produk spesifikasi jenis pelayanan

Rata-Rata: 3.67 / 4.0
U6 IKM 91%

Kompetensi pelaksana

Rata-Rata: 3.64 / 4.0
U7 IKM 91%

Perilaku pelaksana

Rata-Rata: 3.64 / 4.0
U8 IKM 86%

Penanganan pengaduan, saran, dan masukan

Rata-Rata: 3.44 / 4.0
U9 IKM 85%

Sarana dan prasarana

Rata-Rata: 3.4 / 4.0

Apresiasi & Suara Responden

Ulasan & masukan langsung dari masyarakat penerima layanan

Dwi Assyifa Julianda Putri Siswa

"semoga lebih baik kedepannya dn lebih berkembang"

Syaiful Abdad Masyarakat

"semangat"

Rashiqa Almira Siswa

"Semoga banyak perkembangan yang lebih baik"

Naila Alifya Wahid Siswa

"Kekurangan pertama terdapat pada fasilitas sekolah, seperti pada toilet yang airnya sering habis dan juga keruh, gayung bocor/pecah, toilet berbau tidak sedap, serta kunci pintu toilet siswi yang longgar sehingga rentan terbuka jika didorong oleh orang dari luar. Hal ini membuat saya (siswi) jadi malas menggunakan toilet sekolah, terlebih lagi jika sedang menstruasi (harus mencuci pembalut di toilet dengan waktu cukup lama). Kekurangan kedua terdapat pada fasilitas perpustakaan. Ketika saya (siswi) ingin meminjam buku, petugas perpustakaan seringkali mengatakan bahwa buku tidak cukup/kurang. Masalah ini tidak hanya dialami oleh saya, namun teman-teman serta adik kelas saya pun turut mengalami, saya cukup kecewa akan hal ini. Seharusnya, sekolah bisa menyesuaikan jumlah murid dengan buku yang tersedia di perpustakaan agar murid tidak perlu membeli buku lagi (minimal dua orang 1 buku)."

Layar Publik Terkoneksi (Realtime)
Slide 1 dari 3